Apakah Diksar Mapala Itu Semenakutkan Apa Yang Kita Kira?

Pendidikan dan Latihan Dasar atau biasa kita sebut. Diklatsar merupakan kegiatan pertama yang harus dilakukan. Oleh calon anggota Mapala UPN “Veteran” Yogyakarta untuk menjadi anggota Mapala UPN “Veteran” Yogyakarta. Sering kita
melakukannya diawal semester setelah penerimaan mahasiswa baru di kampus. Tujuan diksar adalah untuk mendidik dengan cara memberi latihan-latihan dasar tentang kepecinta alaman.

Namun ada satu fenomena yang sedikit banyak mengganggu pola pikir mahasiswa baru yang ingin menjadi anggota mapala, ialah pola pikir tentang Diklatsar mapala yang menyeramkan dan menakutkan. Apakah benar Diklatsar mapala itu semenakutkan apa yang kalian kira?
Memang, selama Diklatsar seluruh siswa dituntut untuk selalu disiplin, terampil, cekatan dan mempunyai mental yang kuat, karena memang itu dasar-dasar yang harud dikuasai siswa selama Diklatsar. Nah ,ngomong-ngomong terkait mental yang kuat merupakan salah satu focus utama Diklatsar, akan tetapi hal itu selalu dikaitkan dengan Diklatsar yang seram. Padahal jika
kita mau sedikit berkir, bahwasannya mental yang kuat adalah salah satu modal yang bagus untk kita menjalani hidup yang sebenarnya, dimana kita akan selalu mendapat masalah, ujian
dan tantangan di dunia nyata. Dengan mental yang kuat kita akan dengan gampang menyibak segala ketakutan dan ketidakberanian kita dalam menghadapi sebuah masalah.

BACA JUGA :   Bendera Mapala Upn Jogja Saat Pendakian Puncak Cartensz Papua 2015 "Berkibar" Di Koran Harian Solopos


Sedikit saya gambarkan bagaimana Diklatsar
berlangsung, Diklatsar di Mapala tidak semua sama operasional dalam lam kegiatannya, dari tahun ke tahun biasanya berbeda. Selalu ada inovasi untuk memperbaiki pola pendidikannya,
dimaksudkan untuk mengikuti perubahan zaman, serta mengikuti subyek dan obyeknya. Ada yang 8 hari bahkan ada juga yang sampe 15 hari total hari operasional Diklatsarnya, ada yang dengan media 5 divisi (Hutan Gunung, RC, CV, ORAD dan KSDA)
Ada juga yang hanya dengan media 1 divisi yaitu Hutan Gunung.

BACA JUGA :   RAHASIA: Dibalik Kesuksesan Ekspedisi Cartenz Papua Mapala Upn Jogja


Terkait dengan media, hakikatnya adalah Diklatsar ya Pendidikan dan Latihan Dasar Mapala, bukan Pendidikan Dasar Hutan Gunung, RC atau yang lain. Artinya, apapun media pendidikannya yang jelas itu semua adalah Pendidikan Dasar Mapala UPN “Veteran” Yogyakarta. Selama berhari-hari siswa akan ditempa sendirinya oleh alam sesuai SOP yang telah dibuat oleh Mapala atau Badan Diklat, terkait dengan imej seram pada Diklatsar sebenarnya bisa dikatakan itu tidak benar. Contoh
salah satu SOP dalam Diklatsar adalah tidak boleh berkata kasar, tidak boleh kontak fisiik dll.

BACA JUGA :   Inilah Makna, DIKLATSAR (Pendidikan dan Latihan Dasar) MAPALA


Jadi apakah Diklatsar Mapala UPN “Veteran” Yogyakarta itu seram? Lugas, pasti semua anggota akan mengatakan tidak. Jika dia mampu mengilhami dan mengais banyak pelajaran dalam Diklatsar yang telah ia jalani. Dan jika mereka dapat meyakini bahwasannya Diklatsar yang telah mereka tempuh dengan segala pengorbanan, akan berbuah pelajaran yang kelak dapat pat mereka gunakan ketika masih aktif dan sudah tidak aktif
lagi menjadi anggota Mapala.

BAGIKAN