Gila! Berpuluh Kilometer Longmarch! Media Jitu Untuk Perenungan?

Sebagai anggota Mapala UPN “Veteran” Yogyakarta yang telah melewati Pendidikan dan Latihan Dasar pasti tak asing jika mendengar kata longmarch. Kaki sakit, lelah yang amat luar biasa, di paksa untuk terus berjalan tanpa menghiraukan sekitar, itulah yang mungkin terbesit difikiran. Tapi siapa sangka
kegiatan longmarch yang memang sangat melelahkan itu bukan tanpa tujuan di lakukan, menurut beberapa senior pencetus adanya longmarch di Diklatsar Mapala UPN, longmarch adalah ajang untuk para siswa merenung. Merenung seperti apa yang dimaksudkan? Merenungi nasib atau merenungi kegagalan cinta? Haha.

BACA JUGA :   VIDEO : Hilangkan Penat, Camping Keluarga Asyik Juga

Biasanya longmarch dengan jarak paling jauh dilakukan di duncak kegiatan Diklatasar, yaitu di hari terakhir menuju upacara pelantikan anggota baru. Akan tetapi setiap zaman di
Mapala UPN memiliki gaya dan aturan yang berbeda terkait penggunaan longmarch ini, tergantung keputusan di kepengurusan masing-masing. Longmarch Mapala UPN Jogja sendiri jika digambarkan adalah berbaris dan berjalan kaki jauh dengan memakai peralatan dan perlengkapan lengkap, dan tentunya tetap mengangkat kerir di pundaknya. Rata-rata
disetiap tahun total jarak longmarch berkisar antara 40-50 km, tergantung situasi dan kondisi.

BACA JUGA :   KODE ETIK PECINTA ALAM

Lalu apa maksud atau esensi diadakannya longmarch ini? Setelah berhari-hari menembus belantara hutan dan pastinya fisik yang tak bisa dibilang sedang fit, tantangan berikutnya
adalah longmarch. Longmarch ini dimaksudkan untuk merefresh kembali otak siswa untuk merenungi beberapa hari kemarin yang
mereka jalani. Berjam-jam dipaksa untuk berjalan pastinya memunculkan berjuta pertanyaan di otaknya, yang
memungkinkan mereka untuk merenung.

BACA JUGA :   Berkabut Ria di Tepian Waduk Sermo

Apakah benar yang aku lakukan sekarang? apakah yang aku dapat dari semua ini? Apa yang akan aku lakukan selanjutnya? Tentunya berjuta pertanyaan mengakuisisi otak para siswa dengan tidak diperbolehkannya berkomunikasi antar siswa, memaksa mereka untuk mendelay dan menjawab sendiri seluruh pertanyaanya. Inilah yang dimaksud perenungan dalam longmarch. Diharapkan dengan adanya longmarch, dengan sadar para siswa dapat menemukan dan menjawab sendiri seluruh keluh kesahnya selama Diklatsar untuk selanjutnya ketika berkiprah di Mapala.

(Rw MPA 017.234)

BAGIKAN