Nongkrong Haha-hihi Sembari Berdiskusi, di Taman Galia Mapala UPN Jogja.

Sebuah lahan kosong yang banyak ditumbuhi rerumputan disudut belakang gedung ekonomi kampus UPN, pada tahun 2000-an telah disulap menjadi taman yang nyaman untuk sekedar
nongkrong di sambi gitaran dan bernyanyi ria. Bangunan semi permanen itu menjadi tempat favorit bagi para Anggota Mapala UPN “Veteran” Yogyakarta dan para tamunya untuk sedikit mengistirahatkan raga dan fikirannya. Mungkin dari berbagai generasi ke anggotaan memiliki gaya arsitektur dan cara perawatan sendiri-sendiri untuk taman ini, dibuktikan dengan berbagai foto yang menggambarkan bentuk yang selalu berubah dan berinovasi sesuai dengan ide dan pemikiran dari siapa yang aktif di zaman itu.

BACA JUGA :   PUISI : Sumpah! Ini bukan pelarian - Gimin MPA

Secara keseluruhan bangunan itu berbentuk seperti ruangan terbuka yang di antaranya tersusun kursi-kursi santai dan meja. Serta disisakan lahan terbuka yang dimaksudkan dapat di tanami berbagai tanaman hias dan tanaman berbuah yang menjadi salah satu daya pemikatnya. Tanpa disadari, selain Sekretariat Mapala UPN Jogja, Taman Mapala juga mempunyai magis kenangan tersendiri. dari sana pula banyak cerita-cerita yang sampai saat ini selalu diteruskan sampai sekarang.

Sedikit cerita, di sudut lahan terbuka Taman Mapala itu pernah dibuat media peternakan oleh anggota, baik ayam, burung merpati, ikan dll. Saking liarnya ide dan pemikiran anggota sampai-sampai membuat hal yang tidak wajar di lingkungan kampus. Bukan tanpa alasan, hal itu memang seperti menjadi rekreasi otak dari para anggota dari sibuknya kegiatan Mapala.

BACA JUGA :   Dea Maharani Gadis Petualang YouTuber Alam Bebas - Bushcraft

Biasanya sore menjelang petang Taman Mapala mulai rame didatangi oleh para penghuni setianya, ialah orang-orang yang lebih suka nongkrong haha-hihi ditemani segelas kopi dan selarik nada-nada gitar. Hal itu dilakukan disela-sela padat jadwal kegiatan Mapala. mereka juga sangat bersyukur mempunyai asset Taman Mapala yang memiliki tempat sangat strategis dengan lalu lalang para mahasiswa dan juga dosen. Tak jarang para kaum adam pun dengan reflek menggoda para
bidadari-bidadari jurusan ekonomi yang sedang melintas, hal itu menjadi salah satu nilai plus tersendiri ketika nongkrong di taman Mapala. Menjelang tengah malam, angin dingin yang
mulai menerpa biasanya kita redakan dengan membuat perapian di sekitar taman, tak jarang ditambah dengan bakar-bakar apapun yang bisa dibakar, jagung kah atau ikan ayam, tergantung

BACA JUGA :   Catatan Petualang;Kobar Senopati #1

(Rw MPA 017.234)

BAGIKAN